Review – ALL YOU NEED IS LOVE

a1

ALL YOU NEED IS LOVE

Oleh Fakhrisina Amalia

Editor : Tri Saputra Sakti

Desain sampul oleh Orkha Creative

Cetakan : 2015

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

ISBNP : 978-602-03-1803-5

Jumlah hal. : 240 Halaman

Pengguna : Young Adult

~~~~~

Ketika hubungannya dengan Aiden berakhir, tanpa pikir panjang Katrina mengiyakan ajakan mamanya untuk terbang ke kampung halaman mereka di Skotlandia. Di negara yang indah itu Katrina berharap bisa melupakan kesedihannya.

Untuk pertama kali Katrina bertemu dengan keluarga besarnya. Ia mempunyai sepupu jauh yang tampan bernama Mac. Namun, entah kenapa Istas-kakak perempuan Mac-memusuhinya, tanpa Katrina tahu di mana letak kesalahannya. Tapi itu tidak menghentikan Katrina untuk semakin dekat dengan Mac.

Dan ternyata Skotlandia menyimpan misteri masa lalu yang tidak terduga. Tidak hanya indah, ada rahasia tersembunyi tentang Katrina di negara itu, juga tentang cerita cinta berlapis kota legenda!

Katrina Abiy, bisa dipanggil Katrina atau Kat adalah gadis blasteran Indonesia – Skotlandia yang mempunyai kisah cinta tidak seindah yang dibayangkan. Mengakhiri hubungan dengan seorang laki-laki bernama Aiden –laki-laki yang dikenalkan oleh sahabatnya,Elaina- karena……

Bukannya aku tidak mau cerita, tapi kurasa alasanku kurang masuk akal bagi kebanyakan orang meskipun bagiku itu adalah salah satu alasan terkuat untuk putus dengan siapapun. Bahkan dengan laki-laki seperti Aiden.

Selama perjalanan ke Skotlandia, Kat juga harus berhadapan dengan pernyataan Mamanya soal Aiden yang membuat bayangan Aiden tiba-tiba muncul dan membuat dadanya sesak.

He loves you, you love him. I knew that.” (Hal. 13)

“Kadang cinta aja nggak cukup, Kat. Tapi tanpa cinta, nggak akan ada lagi yang tersisa.” (Hal. 14)

Pertemuan mereka di bilang cukup lucu, dimana Kat yang saat itu sedang jalan-jalan diberi sesuatu sama Elaina, awalnya tidak mau tapi karena penjelasan Elaina dan keceplosan, membuatnya pasrah diseret Elaina.

“Dia seharusnya datang sendiri, kenalan baik-baik, bukannya lewat pesan dan perantara.” (Hal. 18)

Kedekatan mereka lama-lama membuat saling mengerti akan hal-hal yg mereka sukai atau tidak disukai. Berlanjut saat Aiden ingin mampir ke rumahnya, Kat dihadapkan konflik batin yang sangat dia takuti. Katrina tidak ingin mengulang kenangan masa lalunya dengan Kak Gio, senior dua tahun di atasnya, yang dulu dekat dengan orang tua dia. Tapi akhirnya Kat….

Sebelumnya aku tidak pernah takut untuk mempertemukan dan mengenalkan laki-laki pada Mama dan Papa, Aku bahkan tidak perlu repot membuat kedua orangtuaku menyukai mereka.

Aku bahkan tidak bisa menolak.

Ada sesuatu jauh di lubuk hatiku, yang menginginkan dia bertemu kedua orang tuaku.

Ketegaran untuk setia, sebuah isyarat bahwa sejauh apa pun orang-orang dalam kereta ini pergi, mereka selalu punya tempat untuk kembali.

“Kamu tahulah, jarak itu pembunuh nomor satu dalam hubungan percintaan.” (Hal. 43)

“Aku bahkan berharap dia tidak pernah datang.” (Hal. 67)

Di Skotlandia mereka dijemput oleh Mac –sepupu Kat- . Aku kira Mac sosok laki-laki yang baik dan keren seperti bayanganku tapi melihat cara dia mengejek Kat, Huh nggak jd deh…. Dan aku baru tahu! Loch Ness itu Danau, aku kira nama apaan…. Bagian yang aku suka dan tersentuh, waktu Kat saling berpelukan dengan Granny –panggilan nenek Kat- itu mengharukan :’)

I’ve been waiting for you,” …… “I’ve always wanted to see you,” (Hal. 70-71)

Diawal Katrina mengira selama ini tidak diajak Mamanya ke Skotlandia karena keluarga disana tidak menyukainya. Tapi berbeda 180o dari apa yang dibayangkan Kat. Tak disangka ada suatu kenyataan yg menyakitkan bagi Katrina tentang mengapa Istas membencinya  sejak awal datang ke rumah Granny dan itu berhubungan dengan lukisan di bawah ranjangnya.

“Sesuatu yang harus kau tahu, sebuah rahasia.” (Hal. 106)

“Aku mencintaimu, kau tahu itu. Tapi kita tidak mungkin bersama. Maafkan aku.” (Hal. 158)

Cinta itu rumit. Bahkan lebih rumit daripada cinta jarak jauh yang membuatku takut setengah mati.

“Ada banyak cinta yang harus musnah, bukan karena nggak diperjuangkan, tapi memang karena nggak ada lagi yang bisa dilakukan. Selagi bisa, selagi cinta itu masih ada, berusahalah.” (Hal. 171-172)

Novel ini benar-benar bikin aku nyaman banget, dari segi fisik soal cover, awalnya tidak tahu maksudnya tapi setelah baca jadi tahu itu apa. Warnanya aku suka, calm. Dari segi bahasa, tidak begitu berat untuk dibaca. Alur ceritanya itu bikin nggak mau lepas dari bukunya. Di tiap bab juga ada hiasannya dan itu aku suka. Nggak monoton tulisan melulu. Buku ini juga seolah mengajakku untuk menjelajah Skotlandia pada zaman dulu kala. Dan Skotlandia mungkin tempat yang bagus untuk dikunjungi. Dan aku suka sama tulisan Kak Fakhrisina Amalia yang sudah bikin aku butuh tisu banyak 😥 di beberapa bab terakhir hiks…hiks…. Akhir kata, Novel yang penuh warna, cerita dan cinta.

Oh, ya hampir lupa. Jika ada yang pingin tahu bagaimana sosok Aiden, Mac, Istas dan kisah masa lalu Granny yang berhubungan dengan Kat. Kalau aku ceritakan nanti nggak seru ah. So, beli novelnya kalau sudah ada di toko buku kesayanganmu yaaa dan baca deh :D. Saran dari aku, siapin tisu 1 bungkus.

“Kau mungkin berpikir bisa hidup tanpanya, tapi kau takkan pernah bisa menemukan seseorang yang mana jiwamu bisa menyatu dengannya semudah kau menemukan seseorang yang bisa selalu berada dekat denganmu.” (Hal. 204)

PhotoGrid_1438156799765[1]

Rating Bintang 4

bintang 4

Sebelumnya, terima kasih buat Kak Fakhrisina Amalia yg sudah memilih photoquoteku mjd yg favorit sehingga aku bisa dpt novelnya langsung dari kakak, yey *sebarsobekankertas*. And Last, Kritik dan saran utk penulisan review diatas diterima. Terima kasih.

photoquote 7 danbo-galau-rindu-1 (tw)

Iklan

One Comment Add yours

Satu komentarmu sangat berharga bagiku :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s