Review – Awaiting You

11892187_995238270518817_6314759668586701838_nJudul: Awaiting You

Seribu rasa sebuah penantian

Penulis : Nadya Prayudhi

Editor : Herlina P. Dewi

Proof Reader : Weka Swasti & Tikah Kumala

Desain Cover : Theresia Rosary

Layout isi : Arya Zendi

Penerbit : Stiletto Book

Cetakan 1, Juni 2015

ISBN : 978-602-7572-40-9


Hilang!

Sam, suami Amora, sang chief editor Majalah Fashionette, mendadak hilang. Di tengah kekalutan dan kekacauan hidupnya, Amora dihadapkan berbagai macam ujian: anaknya bermasalah di sekolah, didekati Lody si brondong di kantornya, mendapat simpati berlebihan dari sahabat sang suami, bertemu kembali dengan cinta lama, dan diteror oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya. Semua itu membuat dirinya semakin frustrasi hingga akhirnya Amora memutuskan cuti sementara dari pekerjaannya.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan foto-foto baru yang diunggah ke laman Facebook Sam–yang membuat Amora semakin bertanya-tanya:

Ke manakah Sam? Apa yang terjadi padanya?

Jika dia masih hidup, mengapa tidak menghubungi Amora?

Akankah dia pulang? Atau, akankah dia menghilang selamanya?


“Hubungi maskapainya.”

“What?”

“I’m sorry, Mora. I am so sorry.”


Novel ini berpusat pada Amora, sosok wanita karier yang menurut aku workaholic bannget. Kecintaannya pada perkerjaannya yang ia geluti, membuatnya tidak mempunyai banyak waktu dengan buah hatinya. Hidupnya mulai terasa gila saat sang suami, Sam, hilang tak ada kabar bak hilang ditelan bumi. Gavin, rekan bisnis suaminya pun tidak tahu menahu soal hilangnya Sam. Satu-satunya petunjuk yang Amora miliki adalah sebuah foto di halaman akun facebook milik suaminya yang berlatar patung Big Buddha di Hong Kong, yang diposting satu bulan setelah kepergiannya ke Tokyo dengan alasan bisnis.

Kenapa ke Hong Kong ? Katanya ke Tokyo?

Ingin tahu lebih perjalanan hidup Amora yang penuh lika-liku?


Novel ini akan membawa kita pada sebuah penantian yang tiada ujungnya. Seperti judulnya “Awaiting You – Seribu rasa sebuah penantian” banyak sekali rasa yang bisa nikmati, romantis, gokil, kecewa, putus asa, sia-sia, harapan, rindu, campur aduk jadi satu. Mungkin ibarat seperti permen ada rasa asem, manis, asin kali ya. #korbaniklan

Tak cukup sampai disitu banyak rintangan yang harus ditempuh Amora, mulai dari masalah tentang kedua anaknya, perhatian si Lody yang membuatnya bimbang, Kenyataan yang harus ia telan bulat-bulat tentang Sam. Dari kehidupan Amora ini bisa di lihat jika menjadi wanita karier itu banyak yang harus dikorbankan terutama sedikitnya waktu untuk bisa berinteraksi dengan anak, padahal anak selalu membutuhkan sosok orang tua entah Ayah atau Ibu disamping mereka.

Di novel ini juga diperlihatkan kehidupan setelah pernikahanpun tidak selalu berjalan mulus semulus jalan tol, banyak saat-saat dimana harus saling mensupport satu sama lain entah dari pihak keluarga, sahabat, dll.

Overall aku suka novelnya walaupun endingnya jauh sekaliiiiiiiii dari apa yang aku kira. Aku suka banget sama tingkah lucu Fini -sekretaris Amora- . Novel ini juga sudah dibaca sama teman aku, katanya “Aduh, gemes banget aku sama ceritanya.”


Dan sebagai wujud langkah nyata mencapai impiannya untuk menikah dengan seorang pria asing, Fini, panggilannya, selalu berbahasa Inggris dalam segala kesempatan-dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Kadang hal ini membuat Amora pusing, karena grammar-nya tak selalu tepat. (Hal. 4)


Yang penting novel ini masuk dalam wishlist waktu pertama kali gabung dengan SBC. Dan…senang sekali akhirnya bisa dapat novel ini 😀 mungkin lebih keren kalau dapet tanda tanganya Mbak Nadya :p . Aku tunggu karyamu selanjutnya Mbak Nadya Prayudhi :3

Kutipan:

“A happy wife, a happy life.”

“Sepertinya-aku sedang jatuh cinta.”

“Oh my God. I’m the luckiest man on earth.”

“I’m tired of waiting.”

“Berjanjilah padaku kamu tak akan menyerah!”

“Kamu dan aku-mungkinkah?”

Rating 4 Bintang

bintang 4


20150824_101304
Selfie with Awaiting You
20150824_100528
Reading Awaiting You

Iklan

Satu komentarmu sangat berharga bagiku :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s