Review – Lara

20150811_115306[1]

Judul: Lara

A DARK STORY OF A WOMAN

Penulis: Sybill Affiat

Editor: Weka Swasti

Proof Reader : Herlina P. Dewi

Desain cover: Theresia Rosary

Layout isi: Sindy Fatika

Penerbit: Stiletto Book

Cetakan 1, April 2015

Jumlah Hal. : 233

ISBN: 978-602-7572-38-6

Tersedia di Toko Buku Online Bukupedia disini.


“L-a-r-a ? tolong aku?!”

Tampilan layar komputer memunculkan sosok

perempuan yang berwajah putih pucat. Rambut

panjang kusut masai menutupi sebagian wajahnya yang

semakin mendekat, hingga hanya tampak

sepasang mata yang terus menatap dengan sorot dingin

dan hampa. Lara menjerit sekencang-kencangnya dan

menutup komputernya dengan sekali hempasan.

……….

Namaku Larashinta. Panggil aku Lara.

Aku benar-benar tak mampu lagi menyangkal perasaan aneh yang semakin berat menggelayuti hati dan pikiran. Aku merasa seperti mengambang dan tidak berada di dalam kehidupanku. Aku bahkan tidak bisa mengingat jadwal kuliah dan tugas-tugasku. Aku benar-benar terasing, seolah hidup sendirian di dunia ini. Aku tidak bisa bertemu dengan sahabat dan teman-temanku, aku juga tidak bisa mengobrol santai dengan Mbak Saras, kakakku.

Situasi ini membuatku frustasi. Rasanya bagaikan berjalan di atas bumi yang kehilangan daya gravitasi. Segala usaha yang aku lakukan untuk menjejakkan kaki di atas daratan terasa sia-sia. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?


Aku kembali melangkah menyusuri lorong, mengabaikan cairan darah di kakiku dan bau anyir yang tercium. Titik cahaya tampak semakin dekat, lorong semakin terang.

“Permainan sudah selesai. Hahaha… Game over!”

“Tugas kamu selesai, Nak.”


Novel yang mengambil tema Dark Drama akan membawa kita untuk menelusuri lorong waktu dan merasakan kejadian spiritual. Sebelumnya, aku mengira sepenuhnya akan berlatar suasana horror tapi ternyata tidak.

Awalnya agak bingung dengan alur cerita yang maju mundur. Tapi berlanjut untuk membaca mulai tahu maksudnya. Disini Lara sebagai tokoh utama dengan sudut pandang orang pertama. Tidak banyak percakapan diawal, namun saat di awal menuju pertengahan mulai ada percakapan Lara dengan kakaknya. Aku mengira Lara mengalami Amnesia, karena dia merasa seperti mengulang dari awal lagi.

Lara sebelumnya mempunyai kehidupan yang bahagia. Tinggal bersama Ayah, Ibu, Mbak Saras –kakak Lara- dan seorang pembantu bernama Mbok Yam. Namun, itu hanya sementara. Kehidupannya berubah saat Ayahnya meninggal dunia. Ibunya lebih banyak diam dan hanya bicara yang penting saja. Sedangkan kakaknya sibuk dengan aktivitasnya.


Terkadang aku berfikir, sepadankah segala kebahagiaan di masa lalu jika mesti berakhir dengan kehampaan dalam mati suri yang berlarut-larut?

Perjalanan hidup memang belum berakhir. Segala sesuatu masih bisa berubah.

Sejak kematian Ayah, perjalanan hidupku serasa memasuki ruang hampa udara tanpa daya gravitasi. Langkah-langkah kakiku bagai tak menjejak pada bumi.


Kakaknya yang melanjutkan studi ke Singapura membuat Lara harus juga menyelesaikan pendidikannya sebaik mungkin. Namun, disisi lain dia masih berfikir tentang Ibunya. Lara merasa jika dia pergi, Ibunya akan baik-baik saja. Lara yang mempunyai seorang pacar bernama Rayan ternyata tidak disetujui oleh Ibunya karena kebiasaan lelaki itu. Sedangkan untuk sahabat sendiri, dia mempunyai dua orang yaitu Faira dan Dimas. Mereka saling kenal saat awal masuk perkuliahan dan di klub fotografi.

Disini cerita masih dengan alur maju mundur. Lara merasa aneh dengan kehidupannya. Dia selalu mimpi buruk dan selalu terbangun di kamar, padahal dia sedang berada di jauh dari rumah. Mengira bahwa temannya yang membawanya pulang tapi mengapa selalu terulang?

Kecurigaanpun mulai saat dia mendengar sebuah lagu yang tidak pernah diputar di kamar kakaknya dan saat melihat isi laptop yang menampilkan foto-foto masa kecil dengan kakaknya. Dia dikejutkan dengan hal yang tak dia sangka. Lara juga takut saat mendengar Mbok Yam menangis dan berbicara dengan seseorang.

Saat dia memutuskan hubungannya dengan Rayan, dia merasa terbangun dari sebuah mimpi buruk. Dan tak disangka, Rayan datang ke rumahnya dini hari dengan dengan wajah putih pucat dan meminta untuk tidak putus dan memberi kesempatan lagi. Tapi hal yang tak terduga terjadi lagi. Dari semua kejadian yang dialaminya, akhirnya Lara tahu siapa yang dimaksud Mbok Yam dan hal-hal aneh yang dia temui dari Kakaknya. Yang saat itu merasuki tubuh Mbok Yam untuk menceritakan semuanya kepada Lara.


Dari sedikit review diatas, mungkin sebagian agak bingung, karena saya juga bingung mau nulis apa -_- . Intinya jangan menganggap novel ini full horror, karena menuju di akhir cerita akan terkuak semua yang menjadi rahasia di novel ini. Dari bahasa yang digunakan, aku / para pembaca akan dibuat seolah-olah yang mengalami hal itu adalah diri kita. Sayangnya di akhir cerita menurut aku kurang nendang, lagi enak-enak baca eh tahu-tahu sudah selesai.

Tapi yang paling mengena 😥 , tentang pesan untuk Mbok Yam, pesan dari Lara untuk Dimas dan perasaan Dimas, pesan dari Lara dan Mbak Saras untuk Ibu mereka yang ternyata dibalik sikapnya selama ini menyayangi mereka berdua dan berjanji akan menjaga satu-satunya alasan Mbak Saras untuk tetap ada.

Waktu membaca semua pesan itu, aku jadi ingat tentang seseorang yang paling berharga buat aku selain orang tua dan adikku. Dan tangispun pecah dan mata memerah, sampai-sampai aku hampir tidak bisa untuk melanjutkan membaca novel ini. Tapi memang benar, di dunia ini semua pasti akan kembali kepada Sang Pencipta.

Pesan saya : Gunakan waktumu sebaik mungkin dengan orang yang kau sayangi sebelum mereka pergi untuk selamanya dan Ingat! penyesalan akan selalu ada di akhir. Dan bersyukurlah jika masih diberi waktu untuk itu.

NOTE : Ini bukan salah ketik atau apa. Kata ini pisah dan menjorok ke depan membuat alnia baru, mungkin maksudnya tidak.

20150814_135520[1] kata ‘beberapa’

Sama di sinopsis ada kata ‘empasan’, mungkin maksudnya ‘hempasan’

Kutipan :

“Kamu nggak bisa membanding-bandingkan hidupmu dengan kehidupan orang lain.”

“Tidak semua yang terlihat bagus itu berarti bagus. Dan sebaliknya, tidak semua yang terlihat buruk itu berarti buruk.”

“Bagaimanapun keadaanmu, masih banyak kondisi yang lebih buruk. Masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dibanding dengan kehidupan kamu…”

“Ketidakadilan dalam hidup ini memang penting untuk keseimbangan hidup itu sendiri. Semuanya harus serba berpasangan. …..”

“Lara, tidak ada satu pun peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Kamu harus percaya itu. Tidak ada kebetulan yang terjadi dalam rangkaian kehidupan manusia. Setiap kejadian pasti memiliki makna.”

Rating Bintang 4

bintang 4


edit
Photoquote Lara

20150824_104012
Selfie with Lara
Iklan

Satu komentarmu sangat berharga bagiku :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s