Review – I am Yours

Judul: I am Yours

Penulis: Kezia Evi Wiadji

Penyunting: Denis Agung

Design cover dan tata letak: Amanda M. T. Castilani

Diterbitkan pertama kali oleh

Penerbit Bhuana Sastra

ISBN 10: 602-249-580-6

ISBN 13: 978-602-249-580-2

Jumlah Hal. : 270 Halaman


Alex: Loe milik gue & selamanya akan menjadi milik gue.

David: aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu.

Daniel: Dia cantik. Dia berbeda. Dia sungguh istimewa.

Amelia: Seandainya aku bebas menentukan pilihan hidupku…

~~~

Kisah tentang cinta yang terkhianati.

Kisah tentang hati yang patah.

Kisah tentang harapan yang tak kunjung padam.

Kisah tentang ketidakpastian dan janji yang harus ditepati.

Haruskah Amelia menentukan pilihannya sendiri?

Atau justru takdir  yang mengmbil alih…


“Kamu nyadar nggak sih, Lex. Kamu tuh sering memperalat orang.” – David

“Amelia, mulai sekarang lo adalah pacar gue.” – Alex

“Kamu senang melihat sahabatmu menderita, ya?” – Amelia

Novel ini bercerita tentang sosok laki-laki yang tertarik dengan seorang gadis manis di kantin kampus, David. Itulah namanya. Sedangkan gadis manis yang menjadi target pengintaiannya adalah Amelia. Seorang gadis manis yang tidak terlalu feminim dan tidak menyadari bahwa dia jadi objek pengamatan David. David sendiri mempunyai seorang teman bernama Alex. Laki-laki gagah, tampan, cool, stylish, percaya diri…pokoknya sempurna deh.

Awal mulanya, David yang mulai tertarik dengan seorang gadis manis saat mengamatinya di kantin kampus, tak menyangka sahabatnya juga tertarik pada pandangan pertama dengan gadis itu yang ternyata satu kelas saat mata kuliah tertentu. Dia yang mengetahui hal itu merasa tidak nyaman dengan tingkah laku Alex yang memperhatikannya bak seekor elang mengintai mangsanya – Hal. 13

Tapi, David kalah cepat dengan Alex untuk berkenalan dengan gadis itu. Itupun membuatnya merasakan tusukan cemburu di hatinya. Kaget dengan apa yang dia rasakan. Padahal dia belum tahu nama gadis itu. Alex yang sudah mengenal gadis itu terlebih dahulu, mengajaknya untuk dinner bareng Amelia –David tahu namanya ya dari Alex-. Dia merasa kesal karena dia dijadiin umpan oleh Alex.

Boleh dibilang dirinya menjadi tong sampah bagi gadis itu!

Tidak apa-apa, ia rela melakukannya.

Berawal dari itu semua, David juga mengenal sahabat Amelia, bernama Sandra. Gadis cantik, modis dan seksi -_- . Walaupun Amelia masih lebih menarik di mata David.Alex yang memang memikat hati perempuan termasuk Amelia, akhirnya mereka berdua….*spoiler* 😀 –tapi pasti sudah pada bisa nebak deh- . Tapi, Amelia merasa tidak nyaman –baca: tersiksa- dengan semua barang pemberian dari Alex. Merasa tidak pantas dan bukan seperti dirinya saja jika memakainya.

Walaupun jarak mereka dekat, tetapi firasatnya mengatakan sebaliknya.

Saat sikap Alex mulai berubah, Amelia merasa sedih dan takut jika harus berpisah dengannya. Amelia yang bercerita kepada Sandra pun hanya dibalas seadanya. Dan ternyata, terungkap hal sesuatu yang membuat Amelia merasa ini sudah berakhir. Tapi Alex yang dasarnya pemaksa membuat Amelia harus mengalami sebuah kejadian.

“Lo milik gue! Selamanya akan jadi milik gue!”


Dari yang aku tahu setelah baca novel ini, sebenarnya Amelia sosok gadis yang kesepian dan butuh perhatian. Ibunya yang sudah meninggal dan Ayahnya yang berkerja di Singapura membuat dirinya hanya tinggal bersama Bi Sumi dan Sopirnya. Yang aku suka ada sesi Chatting by Blackberry. Lucu banget lihat obrolannya Amelia dengan Sandra J .

Untuk karakter yang aku suka, David dong. Walaupun tidak aku jelasin diatas bagaimana karakteristiknya, dia itu lebih baik dari pada Alex lho… soalnya David itu…*nanti spoiler dong* hehehe :). Untuk persahabatan Amelia dengan Sandra jangan berfikir akan mulus-mulus saja seperti jalan tol. Ada satu masalah yang bener-bener bikin sakit hati. Dan ada orang ketiga beserta fakta yang mengejutkan pemirsa –ehm- yang akan muncul di pertengahan agak akhir. Di akhir cerita, akan disuguhi akhir yang menurutku manis namun agak sedikiiittttt menyakitkan. :’)

Dari segi fisik, covernya manis & sesuai banget dengan mereka berdua di akhir cerita. Selain itu aku suka kertasnya yang tidak kaku dan enak dibuka waktu mau baca. Dari segi bahasa, pas banget buat remaja & nggak bikin bosen. Untuk penggambaran tiap karakternya tidak langsung dijelaskan tapi bertahap dan itu membuat aku penasaran terus. Sayangnya disini tidak diberi sedikit cerita tentang Amelia dan Sandra soal masalah mereka berdua. Paling tidak aku berharap mereka berdua ada sedikit cerita untuk akhirnya. Tapi, sudah cukup diberitahu isi pesan Sandra yang menjadi awal mulanya. Sekarang aku tahu siapa anak kecil dalam prolog itu hehe 🙂

Oh, ya. Novel ini aku sarankan banget buat kalian yang suka romance tapi ada konflik dan orang ketiga. Akhir kata, semoga kalian suka dan Thanks banget buat Kak Kezia atas karyanya “I am Yours – Kaulah Takdirku”

Rating Bintang 4

bintang 4

Iklan

2 Comments Add yours

  1. fiu (@esfiu) berkata:

    review yg bgus singkat padat dan jelas ,,hehe

    Suka

    1. Nadia berkata:

      Terima kasih ^^

      Suka

Satu komentarmu sangat berharga bagiku :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s