Review – Wedding Rush

Padma memutuskan meninggalkan tiga orang sahabatnya—Rajata, Resita, dan Daka—setelah akhirnya mengetahui kalau perasaannya tidak terbalas pada Rajata. Rajata memilih Resita. Setelah dua tahun akhirnya Padma memutuskan kembali pada saat pernikahan Rajata dan Resita. Daka dengan setia mendampingi Padma untuk memperbaiki hubungan persahabatan mereka yang sempat renggang. Doa Daka agar Padma segera mendapatkan seseorang yang membantu menyembuhkan patah hatinya ternyata terkabul. Riko hadir di waktu yang tepat, membuat Padma move on dan berhasil mengikatnya dengan pertunangan. Namun … semua terasa tidak benar saat Padma dan Riko memutuskan untuk menikah.

Judul: Wedding Rush

Tidak Semua Orang Turut Berbahagia atas Pernikahanmu

Penulis: Jenny Thalia Faurine

Editor: Afrianty P. Pardede

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Cetakan 2015

Jumlah Hal. : 328

ISBN: 978-602-02-6349-6

.

“Selamat menempuh hidup baru, ya!” – Daka

“Tau gue di sini dari mana?” – Padma

“Lo dateng kan, Padma?” – Resita

“Kasih dia waktu.” – Rajata


Ada orang yang bilang kalau persahabatan yang terus berlangsung lebih dari lima tahun dan tetap bertahan, maka persahabatan itu akan terjalin selamanya. Padma percaya, lebih tepatnya berusaha mewujudkan hal tersebut tanpa memandang bilangan tahun yang melingkari mereka berempat. Hal. 102

Dari yang mulanya status sahabat berubah status jadi suami-istri? Ehm, Tidak ada yang tidak mungkin. Itulah yang dialami Rajata dan Resita. Eits, bukan mereka yang akan aku bahas tapi Daka dan Padma. Wedding Rush, bener-bener slah satu novel yang temanya itu bisa buat aku berkhayal masa depan. Di awal ceritanya itu sudah menarik banget untuk diikuti, Sosok Daka yang sangat ramah, lucu, dan sangat sayang kepada orang terdekat. Membuat aku langsung “kyaaa Daka aku padamu hahaha”, benar-benar sosok teman/sahabat cowok idaman banget buat aku dan buat kamu yang sudah baca pastinya #FansDaka. Sosok Padma yang pemain teater ahli untuk akting dalam keadaan apapun, tapi dia tak bisa akting bahwa dia baik-baik sama di depan ketiga sahabat dia.

Padma yang menghilang selama dua tahun, karena masalah percintaan. Membuat Daka, Resita, dan Rajaka harus menahan segala perasaan atas apa yang telah terjadi diantara mereka berempat. Setelah dua tahun berlalu, barulah muncul sosok Padma di sekitar mereka. Padma yang kembali setelah kepergiannya yang pergi begitu saja, pasti punya suatu alasan mengapa dia baru muncul sekarang.

Setelah hubungan mereka berempat cukup membaik. Datang sosok Riko yang merupakan teman dari Daka, Padma yang merasa suatu percikan dalam dirinya terhadap Riko mulai berfikir lebih jauh

“Cinta itu ada banyak caranya untuk dateng, Ma. Ada yang tiba-tiba, ada yang karena terbiasa, ada juga yang pas pertama kali lo ngeliat dia … lo ngerasa kalau cuma orang itu yang bisa bikin lo bahagia walaupun cuma dengan ada di sampingnya.” Hal. 136

Di saat Padma memikirkan bagaimana hubungannya dengan Riko, Daka memikirkan ucapan Rajata ‘Apakah dia siap kehilangan sosok Padma?’

“Orang di masa lalu, itu hal yang jadi ketakutan seseorang dalam menjalin hubungan.” Hal. 148

Ingin tahu kelanjutannya kisah mereka, segera beli di toko buku kesayanganmu ya ^^.

Bagi kamu yang suntuk dan galau karena cinta terhalang status sahabat, aku rekomendasikan ini buat kamu. Di jamin hati langsung cerah ;D

Kutipan :

“Kadang rumput tetangga lebih hijau dari rumput milik sendiri.” Hal. 19

“Orang jatuh cinta, emang jadi bodoh dalam segala hal.” Hal. 23

“Percaya deh, nggak semua perubahan itu buruk.” Hal. 33

Karena tak ada yang namanya bekas sahabat selama apa pun kita meninggalkan mereka. Sahabat tetaplah sahabat. Hal. 37

“… Semua butuh proses,entah itu lama atau sebentar. Jatuh cinta mungkin butuh waktu yang nggak lama, dan melupakan atau menghilangkan perasaan kita ke orang itu … mungkin butuh waktu yang lebih lama daripada jatuh cinta itu sendiri.” Hal. 61

“Spontanitas adalah hal yang terpendam, Bro.” Hal. 85

Rating bintang 5

bintang 5

Iklan

Satu komentarmu sangat berharga bagiku :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s